Selasa, 22 Juli 2014

BAG.4: Penyelidikan Epidemiologi KLB

Penyelidikan Epidemiologi Kejadian Luar Biasa (PE KLB) terbagi dalam 10 kegiatan belajar sebagai berikut:

1. Pengertian PE & KLB Penyakit

2.  Langkah-langkah PE KLB Penyakit

3. Penetapan Etiologi KLB Penyakit
3.1 Diskusi Jenis Penyakit Diduga KLB
Bahan bahasan 3.1
Berdasarkan laporan adanya KLB diare di Desa Minggir, Kecamatan Wirawiri pada akhir Juli, 2012, maka dibuka pos kesehatan  di Desa tersebut.

Informasi awal yang dapat diketahui menunjukkan bahwa kasus-kasus yang ditemukan menunjukkan gejala diare, mual, muntah, sakit perut, diare berdarah dan diare berlendir, dan oleh karena itu Anda dan tim, menduga sebab (etiologi) KLB diare ini adalah karena bakteri Vibrio cholerae.

Pada kejadian ini, Anda membuat Daftar Isian Kasus Diare, dengan definisi operasional “kasus diare” adalah “seseorang yang tinggal di Desa Minggir, Kecamatan Wirawiri, dan menderita diare, selama minggu terakhir bulan Juli sampai saat penyelidikan epidemiologi dilaksanakan”.

Anda kemudian meminta pada petugas agar kasus-kasus diare (sesuai definisi operasional kasus diare yang telah Anda buat), tinggal di Desa Minggir dan datang ke Pos Kesehatan, direkam dengan menggunakan formulir Daftar Isian Kasus Diare yang Anda buat tersebut.

Tugas 3.1 :
  1. Karena kita menduga sebab KLB diare adalah Vibrio cholerae, maka pelajarilah bahan bacaan terkait dengan diare karena Vibrio cholera ! (lampiran 3.1)
  2. Pelajari dan buat laporan tugas tentang gejala, masa inkubasi, kelompok rentan, risiko meninggal, dan cara bagaimana pemeriksaan laboratorium untuk menetapkan diagnosis etiologi Vibrio cholera ?
Lampiran 3.1 : Vibrio cholerae
Referensi :
I Nyoman Kandun. Manual Pemberantasan Penyakit Menular. Edisi 17, Tahun 2000 
(http://nyomankandun.tripod.com/sitebuildercontent/sitebuilderfiles/manual_p2m.pdf) dan Vibrio cholerae (www.cdc.gov)
---
Gambaran klinis : Penyakit saluran pencernaan akut yang disebabkan oleh bakteri dan ditandai gejala :  onset yang tiba-tiba, diare terus menerus, cair seperti air cucian beras, tanpa sakit perut, disertai muntah dan mual di awal timbulnya penyakit. Pada kasus-kasus yang tidak diobati dengan cepat dan tepat dapat terjadi dehidrasi, asidosis, kolaps, hipoglikemi pada anak serta gagal ginjal. Infeksi tanpa gejala biasanya lebih sering terjadi daripada infeksi dengan gejala, terutama infeksi oleh biotipe El Tor; gejala ringan dengan hanya diare, umum terjadi, terutama dikalangan anak-anak. 
Pada kasus berat yang tidak diobati (kolera gravis), kematian bisa terjadi dalam beberapa jam, dan CFR-nya bisa mencapai 50 %. Dengan pengobatan tepat, angka ini kurang dari 1 %. 

Diagnosa : ditegakkan dengan mengisolasi Vibrio cholera dari serogrup O1 atau O139 dari tinja. Jika fasilitas laboratorium tidak tersedia, Cary Blair media transport dapat digunakan untuk membawa atau menyimpan spesimen apus dubur (Rectal Swab). 

Vibrio cholera serogrup O1 terdiri dari dua biotipe yaitu Vibrio klasik dan Vibiro El Tor dan yang terdiri dari serotipe Inaba, Ogawa dan Hikojima (jarang ditemui). Vibrio cholera O139 juga menyebabkan kolera tipikal. Gambaran klinis dari penyakit yang disebabkan oleh Vibrio cholera O1 dari kedua biotipe dan yang disebabkan oleh Vibrio cholera O139 adalah sama karena enterotoksin yang dihasilkan oleh organisme ini hampir sama. 

Reservoir : manusia; tetapi ada dugaan adanya lingkungan, dimana vibrio diduga hidup pada copepoda dan zooplankton yang hidup diperairan payau dan muara sungai.
Cara penularan : masuk melalui makanan atau air minum yang terkontaminasi secara langsung atau tidak langsung oleh tinja atau muntahan dari orang yang terinfeksi. El Tor dan O139 dapat bertahan di air dalam jangka waktu yang lama. 

Masa inkubasi : Dari beberapa jam sampai 5 hari, biasanya 2 – 3 hari. 

Masa penularan : Diperkirakan selama hasil pemeriksaan tinja masih positif, orang tersebut masih menular, berlangsung sampai beberapa hari sesudah sembuh. 

3.2. Diskusi Penetapan Etiologi KLB Berdasarkan Distribusi Gejala
Bahan Bahasan 3.2 
Hasil perekaman data kasus diare di Desa Minggir, Kecamatan Wirawiri di Pos Kesehatan Ds. Situ, dan kunjungan ke rumah penderita diare yang dilaporkan masyarakat, diperoleh data 28 kasus diare di lokasi KLB (data terdapat pada lampiran 3.2).

Tugas 3.2.:
  1. Buatlah tabel Distribusi Gejala dan Tanda dari 28 kasus diare yang ditemukan tersebut.
  2. Manakah gejala yang menunjukkan prosentase yang tinggi, dan rendah
  3. Menurut Anda, apakah berdasarkan distribusi gejala-tanda tersebut, etiologi KLB diare benar karena Vibrio cholerae ?
  4. Tambahkan satu baris untuk menambahkan satu variabel kasus diare, yaitu “meninggal”!
  5. Apakah prosentase jumlah kasus meninggal sebesar angka tersebut adalah sesuai dengan etiologi KLB diare yang kita duga semula ? (ini merupakan cara penetapan diagnosis berdasarkan data epidemiologi).
Lampiran 3.2. Daftar Isian Kasus. KLB Diare Desa Minggir, Wirawiri, 2012
Nama
Alamat
Umur (th)
Jenis Kelm
Tanggal Sakit
Gejala
Status
Kode Data
demam
mencret
berlendir
berdarah
nyeri perut
mual
Muntah
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
Alilah
Ds. Situ
4
P
30-07-12
-
+
-
-
+
+
+
M
1
Huri
Ds. Situ
8
L
01-08-12
+
+
-
-
+
+
+
S
2
Buang
Ds. Situ
40
L
30-07-12
-
+
-
+
+
+
-
S
3
Sabrina
Ds. Situ
17
P
30-07-12
-
+
-
-
+
+
+
S
4
Hidayat
Ds. Situ
2
L
02-08-12
-
+
-
-
-
-
-
S
5
Suwawi
Ds. Situ
3
L
29-07-12
-
+
+
+
+
-
+
S
6
Aniatunisa
Ds. Situ
2.5
P
31-07-12
-
+
-
-
-
+
+
S
7
Naimah
Ds. Situ
20
P
02-08-12
-
+
-
-
+
-
+
S
8
Astari
Ds. Situ
11
L
01-06-12
-
+
-
+
+
-
-
S
9
Cholilah
Ds. Situ
40
P
01-08-12
+
+
+
-
-
-
+
S
10
Adawiyah
Ds. Situ
5
P
31-07-12
-
+
+
-
+
-
+
S
11
Hapsoh
Ds. Situ
27
P
31-07-12
-
+
+
-
-
-
+
S
12
Nurhayati
Ds. Situ
8
P
01-08-12
+
+
-
-
-
-
+
S
13
Munadiyah
Ds. Situ
1
P
31-07-12
+
+
-
-
-
-
-
M
14
Alatas
Ds. Situ
5
L
02-08-12
+
+
+
-
-
+
+
S
15
Baiyah
Ds. Situ
1
P
01-08-12
-
+
-
-
+
-
+
S
16
Rapiah
Ds. Situ
5
P
02-08-12
+
+
-
-
+
-
-
S
17
Fukiyah
Ds. Situ
9
P
30-07-12
+
+
-
-
+
+
+
S
18
Ilham
Ds. Situ
6
L
31-08-12
-
+
-
-
-
-
+
S
19
Tono
Ds. Situ
6
L
27-07-12
-
+
-
-
-
-
-
S
20
Ari Septi
Ds. Situ
2.5
P
30-07-12
+
+
+
-
-
-
-
M
21
Hapsah
Ds. Situ
9
P
01-08-12
+
+
-
-
+
+
+
S
22
Ibu Wati
Ds. Situ
25
P
01-08-12
+
+
+
+
+
+
+
S
23
Wahyu
Ds. Situ
3
L
01-08-12
-
+
-
-
-
-
+
S
24
Sabriyah
Ds. Situ
17
P
31-07-12
-
+
-
+
-
+
+
S
25
Buang
Ds. Situ
4
L
30-07-12
-
+
-
-
+
+
+
S
26
Suhendra
Ds. Situ
13
L
31-07-12
-
+
-
+
-
+
+
S
27
Sa'diyah
Ds. Situ
6
P
02-08-12
-
+
-
-
-
+
+
S
28
Anis
Ds. Situ
4
P
28-07-12
-
+
-
-
-
+
+
S
29
Fauziah
Ds. Situ
2
P
02-08-12
-
+
-
-
-
-
-
S
30
Status : S=sakit, M=meninggal

4. Epidemiologi Deskriptif : Penetapan, Penemuan dan Perekaman Data Kasus KLB Penyakit Menular
4.1 Diskusi Penemuan Kasus
Bahan Bahasan 4.1
Pada KLB diare Desa Mingir, Kecamatan Wirawiri, 2012 (dibahas pada Pokok Bahasan III. Penetapan Etiologi KLB), pendataan kasus melalui kasus-kasus diare yang datang ke Pos Kesehatan Desa, masih berlangsung.

Pada bahasan ini, definisi operasional “Kasus Diare” ditetapkan adalah seseorang yang tinggal di Desa Minggir, Kecamatan Wirawiri, dan menderita diare, selama minggu terakhir bulan Juli sampai saat penyelidikan epidemiologi dilaksanakan.

Penyelidikan epidemiologi dilaksanakan pada tanggal 3 Agustus 2012, dan berlangsung sampai malam hari. Kasus diare yang direkam disepakati adalah kasus diare yang mulai menderita sakit antara tanggal 25 Juli 2012 sampai saat penyelidikan epidemiologi dilaksanakan. Pendataan dilaksanakan di Pos Kesehatan Desa yang didirikan dalam rangka penanggulangan KLB diare ini.

Tugas 4.1 :
  1. Kasus-kasus diare ditemukan berdasarkan pada data di Pos Kesehatan Desa. Menurut Anda, apakah masih ada kasus diare di populasi (ditengah-tengah masyarakat) yang tidak ditemukan ? Ada dimana ?
  2. Apakah “kasus diare” yang menurut Anda masih belum ditemukan tersebut, masih perlu ditemukan ? Jelaskan mengapa masih perlu ditemukan.
  3. Bagaimana caranya agar “kasus-kasus diare” yang menurut Anda masih belum ditemukan tersebut, dapat ditemukan ?
4.2 Diskusi Definisi Operasional Kasus Untuk Analisis 
Bahan Bahasan 4.2
Definisi operasional “Kasus Diare” yang telah Anda buat (pada pembahasan sebelumnya) adalah : seseorang yang tinggal di Desa Minggir, Kecamatan Wirawiri, dan menderita diare, pada minggu terakhir bulan Juli sampai saat penyelidikan epidemiologi dilaksanakan. Definisi operasional kasus ini digunakan untuk memberi pedoman pada para petugas untuk menemukan kasus-kasus dicurigai sebagai kasus-kasus KLB

Saat ini Anda menduga etiologi KLB diare adalah Vibrio cholerae.  Penderita Vibrio cholera tidak menunjukkan gejala “diare berdarah” dan juga tidak ada “demam”. Untuk keperluan laporan serta analisis epidemiologi deskriptif, Anda harus tidak memasukkan kasus-kasus diare bukan Vibrio cholerae tersebut dari daftar kasus diare yang telah Anda terima.  

Tugas 4.2 :
  1. Jika diare dengan diare berdarah atau demam adalah bukan kasus diare Vibrio cholera, maka buatlah definisi operasional “Kasus Diare – Analisis” yang tidak memasukkan kasus diare berdarah atau demam. Data terpilih berdasarkan definisi operasional – analisis inilah yang akan dianalisis dan dilaporkan.
  2. Pada Daftar Isian Kasus KLB Diare Desa Minggir, Wirawiri, 2012 (lampiran 4.3.2), buatlah satu kolom lagi, dan berikan judul kolom “Kasus Diare-Analisis”.  
  3. Berdasarkan daftar gejala yang ada, pada setiap kasus yang ada, berilah tanda (+) pada kolom “Kasus Diare-Analisis”,  jika itu sesuai dengan definisi operasional “Kasus Diare-Analisis”, sebaliknya, berikan tanda (-)
  4. Hitung jumlah kasus diare yang sesuai dengan definisi operasional “Kasus Diare - Analisis”

5. Epidemiologi Deskriptif : Analisis Data KLB Penyakit Menular

5.1 Perumusan Definisi Operasional Kasus dan Distribusi Gejala
Bahan Bahasan 5.1

Pada KLB diare di Desa Minggir, Kecamatan Wirawiri (pembahasan sebelumnya) Etiologi KLB ditetapkan adalah Vibrio cholerae. Tim penyelidikan epidemiologi curiga gejala demam dan nyerit perut pada beberapa kasus-kasus diare yang ditemukan. Vibrio cholera tidak menunjukkan gejala demam atau nyeri peru. Tim memutuskan mewawancara beberapa kasus dengan gejala demam dan nyeri perut.

Hasil wawancara menyimpulkan :
1. Pengertian “demam” adalah bukan suhu meningkat, tetapi terasa badan lemah dan tidak enak.
2. Pengertian “nyeri perut” adalah keadaan sakit perut ingin buang hajat, bukan mules atau kejang perut
3. Berdasarkan pengertian itu, gejala “demam” dan “nyeri perut” sebagaimana tersebut diatas, dianggap sebagai gejala badan lemah dan sakit perut ingin buang hajat. Kedua gejala terakhir merupakan gejala yang sering terdapat pada kasus diare Vibrio cholerae, tetapi tidak perlu menjadi kriteria dalam definisi operasional kasus

Setelah mencermati pola kurva, maka untuk kepentingan analisis, ditetapkan definsi operasional kasus diare – analisis sebagai berikut : “seseorang yang tinggal di Desa Minggir, menderita sakit antara tanggal 27 Juni-2012 sampai saat penyelidikan epidemiologi (3 Agustus 2012 malam) dengan gejala diare, tanpa ada gejala diare berdarah”.

Kasus-kasus diare yang dilaporkan masyarakat juga dikunjungi ke rumah penderita, sehingga seluruhnya ditemukan 46 kasus diare sampai tanggal 3 Agustus 2012 jam 22.00. 

Tugas 5.1 :
  1. Pada Daftar Kasus Diare (lampiran 5.1) tentukan kasus-kasus diare sesuai “Definisi operasional kasus diare – analisis” yang baru ini !.
  2. Coret kasus-kasus diare yang tidak sesuai definisi operasional kasus – analisis !
  3. Buatlah tabel distribusi gejala kembali, setelah kasus-kasus diseleksi berdasarkan definisi operasional kasus diare –analisis. Tabel distribusi gejala ini yang akan digunakan sebagai laporan !

5.2 Kurva Epidemi KLB Diare, Jumlah Kasus, Attack Rate dan Case Fatality Rate
Bahan Bahasan 5.2. 
Setelah data kasus diare disesuaikan dengan “definisi operasional kasus diare – analisis” yang baru, maka telah tersedia daftar kasus pada KLB Diare Desa Minggir, 2012 yang baru (Lampiran 5.1. Daftar Isian Kasus, KLB Diare Desa Minggir, Wirawiri, 2012 pada tugas sebelumnya, yang sudah Anda seleksi menurut gejala).
Tugas 5.2 :
  1. Copy Lampiran 5.1. Daftar Isian Kasus, KLB Diare Desa Minggir, Wirawiri, 2012 pada tugas sebelumnya, yang sudah Anda seleksi menurut gejala, dan pindahkan (paste) sebagai lampiran laporan tugas ini 5.2 ini.
  2. Berdasarkan daftar kasus baru (lampiran 5.1 tersebut diatas) buatlah kurva-epidemi dengan mengelompokkan kasus-kasus menurut “tanggal mulai sakit”.
  3. Berdasarkan kurva epidemi ini, tentukan kapan KLB dimulai dan KLB berakhir. Tentukan periode KLB !
  4. Jika penduduk Desa Minggir (2 dusun) adalah 2.286 orang, berapakah jumlah kasus, jumlah meninggal, Attack Rate dan Case Fatality Rate Diare Desa Minggir ?
Ingat kasus diare KLB selalu berada pada periode KLB !! Kasus-kasus diluar periode KLB tidak dihitung sebagai kasus diare KLB

5.3 Distribusi Kasus Menurut Golongan Umur dan Jenis Kelamin
Bahan Bahasan 5.3. 
Sebagaimana dibahas sebelumnya, Tim menetapkan periode KLB Diare, Minggir, Wirawiri, 2012 adalah tanggal 30-08-12 s/d 03-08-12.
Berdasarkan ketetapan periode KLB, maka kasus diare KLB pada Daftar Isian Kasus Pada KLB Diare, Minggir, Wirawiri, 2012 (lampiran 5.1.) dapat diseleksi kembali berdasarkan “periode KLB”, dan kemudian barulah dapat dihitung attack rate dan case fatality rate menurut umur, jenis kelamin dan Dusun.
Data penduduk Desa Minggir (Ds. Situ dan Ds. Sono) dapat diperoleh dari BPS Kecamatan, 2010

Data Penduduk Desa Minggir 
Menurut Dusun
---------------------------------
Dusun Penduduk
---------------------------------
Ds. Situ         1250
Ds. Sono        1036
---------------------------------
Total             2286
---------------------------------

Data Penduduk Desa Minggir 
Menurut Jenis Kelamin
------------------------------------------
Jenis Kelamin Penduduk
------------------------------------------
Laki-laki 1100
Perempuan 1186
------------------------------------------
Total 2286
------------------------------------------

Data Penduduk Desa Minggir
Menurut Kelompok Umur
------------------------------------------
Kelompok Umur Penduduk
------------------------------------------
'<1 47="" nbsp="">
1-4 th 187
5-9 th 223
10-14 th         228
15-19 th         222
20-44 th         983
'44 th' 396
------------------------------------------
Total             2286
------------------------------------------

Tugas 5.3 :
Pada Daftar Isian Kasus – Analisis (Lampiran 5.1. Daftar Isian Kasus, KLB Diare Desa Minggir, Wirawiri, 2012 pada tugas sebelumnya, yang sudah Anda seleksi menurut gejala).
  1. Copykan dulu Lampiran 5.1. sebagai lampiran laporan tugas ini !.
  2. Coret kasus diare di luar periode KLB (antara tanggal 30-08-12 s/d 3-08-12). Ini bukan kasus diare KLB !.
  3. Buatlah Tabel Distribusi Kasus KLB Diare Minggir, Wirawiri, 2012 menurut Dusun, Jenis Kelamin dan Kelompok Umur !.
Contoh :
Tabel Distribusi Kasus Diare Menurut Jenis Kelamin
KLB Diare Mingir, Wirawiri, 2012
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Jenis Kelamin Populasi Kasus Meninggal AR CFR
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Laki-laki      ... .. ... ... ...
Perempuan      ... ... ... ... ...
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Total      ... ... ... ... ...
-------------------------------------------------------------------------------------------------

4. Hitunglah besarnya attack rate dan case fatality rate spesifik masing-masing variabel : Dusun, Jenis Kelamin Dan Kelompok Umur !.
5. Manakah kelompok paling berisiko tinggi pada masing-masing variabel : Dusun, Jenis Kelamin dan Kelompok Umur ?.


6. Identifikasi Etiologi KLB Keracunan Pangan

6.1 Formulir Wawancara, Definisi Operasional Kasus dan Penemuan Kasus
Bahan bahasan 6.1
Hari Selasa, 12 Agustus 2012, malam, sebanyak 12 orang diantara peserta pelatihan di Pusat Pelatihan Kesehatan Kota, dilarikan ke Rumah Sakit, karena menderita sakit perut dan diare. Penderita kemungkinan bertambah, karena masih ada beberapa orang yang baru saja merasa sakit perut.
Dokter menduga penyebabnya keracunan makanan karena Vibrioparahemolitikus, Salmonelosis atau Clostridium perfringens.
Tim akan menyelidiki etiologi KLB ini, oleh karena itu, akan mewawancarai penderita untuk penegakan diagnosis etiologi KLB

Tugas 6.1 :
1. Berdasarkan dugaan etiologi KLB dokter tersebut, buatlah formulir Wawancara Pada Korban Untuk Identifikasi Etiologi KLB
2. Tetapkan Definisi Operasional Kasus dan Bagaimana caranya Kasus ditemukan dan diwawancarai.

Catatan :
Agen Racun, Masa Inkubasi dan Gejala
Agen Racun
Masa Inkubasi
Gejala
Clostridium perfringens
8-22 jam, rata-rata 10 jam
kejang perut, diare
Salmonellosis
6-72 jam
kejang perut, diare, menggigil, demam, mual, muntah, lemah
Vibrioparahemolitikus
2-48 jam, rata-rata 12 jam
kejang perut, diare, mual, muntah, demam, menggigil, sakit kepala

6.2 Etiologi KLB-KP Berdasarkan Distribusi Gejala
Bahan Bahasan 6.2
Pada kejadian dugaan keracunan di Pusat Pelatihan Kesehatan Kota tersebut, telah dilakukan wawancara terhadap 12 korban yang dirawat di rumah sakit dan 2 korban yang masih di klinik Pusat Pelatihan Kesehatan.
Kasus yang diwawancara memenuhi definisi operasional : peserta pelatihan di Pusat Pelatihan Kesehatan Kota yang menderita sakit, antara jam 18.00 sampai saat penyelidikan, dengan salah satu gejala mual, muntah, kejang perut atau diare.

Hasil wawancara diperoleh data daftar korban dan gejala yang ada pada masing-masing korban, sebagai berikut :
Daftar Penderita Kejadian Keracunan di Pelatihan Petugas
di Pusat Pelatihan Kesehatan Kota, 2012
Nama
GEJALA
Sakit Kepala
Mual
Muntah
Kejang Perut
Diare
Demam
Menggigil
Ujang

+

+

+

Darna




+


Mirna



+



Erni
+
+
+
+
+
+

Nita



+
+


Saleh



+
+

+
Soni




+


Joni



+



John
+



+

+
Lina

+
+

+


Lita




+


Liani



+
+


Masdar


+
+
+


Karni




+



Tugas 6.2 :
  1. Berdasarkan data gejala korban tersebut, buatlah Daftar Distribusi Gejala Korban Keracunan !
  2. Berdasarkan Daftar Distribusi Gejala, cobalah tetapkan mana agen racun yang belum/sudah disingkirkan sebagai etiologi KLB !
6.3 Etiologi KLB-KP Berdasarkan Periode KLB
Bahan Bahasan 6.3 :
Pada Kejadian di Pusat Pelatihan Kesehatan Kota tersebut, Toni, 24 tahun, merupakan penderita pertama yang sakit, ia sakit perut sejak maghrib sekitar jam 18.30. Sementara,  Jamilah, 26 tahun, masih dirawat di klinik Pusat Pelatihan Kesehatan, menderita sakit sejak jam 23.00.
Dokter menduga disebabkan karena keracunan makanan, tetapi belum tahu makanan mana yang menjadi penyebab, karena peserta mendapat makanan ransum dan snack serta adanya kantin umum di Pusat Pelatihan Kesehatan.
Berdasarkan gejala para penderita, dokter masih menduga Clostridium perfringens, Salmonelosis dan Vibrioparahemolitikus sebagai dugaan etiologi KLB

Tugas 6.3 :
  1. Kapankah periode KLB tersebut ?
  2. Buatlah tabel analisis etiologi KLB berdasarkan periode KLB terhadap ketiga agen racun tersebut 
  3. Berdasarkan tabel Analisis Etiologi KLB Berdasarkan Periode KLB tersebut, manakah agen racun yang belum/sudah disingkirkan sebagai etiologi KLB ? 

7. Identifikasi Pesta dan Makanan Sumber Keracunan pada KLB Keracunan Pangan

7.1 Formulir Wawancara, DO dan Penemuan Kasus Untuk Identifikasi “Pesta” sebagai Sumber Keracunan
Bahan Bahasan 7.1
Hari Selasa, 12 Agustus 2012, malam, sebanyak 12 orang diantara peserta pelatihan di Pusat Pelatihan Kesehatan Kota, dilarikan ke Rumah Sakit, karena menderita sakit perut dan diare. Penderita kemungkinan bertambah, karena masih ada beberapa orang yang baru saja merasa sakit perut.
Dokter belum menetapkan diagnosis etiologi KLB dan diagnosis bandingnya, karena belum cukup bukti untuk memperkirakan diagnosis etiologinya tersebut.

Dokter menduga disebabkan karena keracunan makanan, tetapi belum tahu makanan mana yang menjadi penyebab, karena peserta mendapat makanan ransum dan snack serta adanya kantin umum di Pusat Pelatihan Kesehatan.

Tim akan menyelidiki “pesta” mana yang diduga menjadi sumber keracunan pada KLB keracunan ini, oleh karena itu, akan mewawancarai korban untuk menetapkan “pesta” sebagai waktu dan lokasi sumber keracunan berada. “Pesta” yang dicurigai adalah : makan malam (jam 18.00), snack sore (jam 15.00), makan siang (jam 13.00), snack pagi (Jam 10.00), makan pagi (jam 07.00), dan kantin (jam 08.00-19.00)

Tugas 7.1 :
  1. Buatlah formulir Wawancara Korban Keracunan Untuk Identifikasi “Pesta” sebagai sumber keracunan ! 
  2. Tetapkan definisi operasional KASUS, dan tentukan bagaimana KASUS tersebut ditemukan dan diwawancarai !

7.2 Menentukan Sumber Keracunan Berdasarkan Ketidakhadiran Pada Pesta
Bahan Bahasan 7.2
Pada kejadian dugaan keracunan di Pusat Pelatihan Kesehatan Kota tersebut, telah dilakukan wawancara terhadap 12 korban yang dirawat di rumah sakit dan 2 korban yang masih di klinik Pusat Pelatihan Kesehatan.
Kasus yang diwawancara memenuhi definisi operasional : peserta pelatihan di Pusat Pelatihan Kesehatan Kota yang menderita sakit, antara jam 18.00 sampai saat penyelidikan, dengan salah satu gejala mual, muntah, kejang perut atau diare

Hasil wawancara diperoleh data daftar korban dan waktu dan lokasi “pesta” yang didatangi/tidak ditangai korban keracunan, sebagai berikut :

Daftar Penderita Kejadian Keracunan di Pelatihan Petugas
di Pusat Pelatihan Kesehatan Kota, 12 Agustus 2012
Nama
 Waktu dan Lokasi “PESTA”
Makan malam
18.00
Snack Sore
16.00
Makan Siang
14.00
Snack Pagi
11.00
Makan Pagi
07.00
Kantin
8-19.00
Ujang
+
+
+
+
+
+
Darna
+

+

+
+
Mirna
+
+


+

Erni
+

+
+
+

Nita
+
+
+
+
+

Saleh
+

+

+

Soni
+

+
+
+

Joni
+
+
+
+
+
+
John

+
+

+

Lina
+

+

+

Lita
+

+
+
+
+
Liani
+
+
+

+

Masdar


+
+

+
Karni
+
+
+
+
+

Tugas 7.2 :
  1. Berdasarkan data “Pesta” tersebut diatas, hitunglah jumlah korban hadir/tidak hadir pada masing-masing “Pesta” yang dicurigai sebagai waktu dan lokasi Sumber Keracunan !
  2. Berdasarkan data ‘Pesta’ tersebut, cobalah tetapkan mana ‘Pesta’ yang bukan waktu/lokasi ‘Pesta’ sumber keracunan atau yang sudah dapat disingkirkan sebagai ‘Pesta’ sumber keracunan !
7.3. Menentukan Sumber Keracunan Berdasarkan Periode Paparan
Bahan Bahasan 7.3
Tugas ini merupakan lanjutan Tugas 7.2
Pada kejadian di Pusat Pelatihan Kesehatan, telah diketahui penyebabnya adalah Clostridium perfringens (masa inkubasi 8-22 jam). Juga diketahui Toni, 24 tahun, merupakan penderita pertama yang sakit, ia sakit perut sejak maghrib sekitar jam 18.30. Sementara,  Jamilah, 26 tahun, masih dirawat di klinik Pusat Pelatihan Kesehatan, menderita sakit sejak jam 23.00.

“Pesta” yang dicurigai adalah tetap yaitu : makan malam (jam 18.00), snack sore (jam 16.00), makan siang (jam 14.00), snack pagi (Jam 11.00), makan pagi (jam 07.00). Kantin (jam 08.00-19.00) tidak dicurigai, karena banyak korban yang tidak pernah ke kantin.

Tugas 7.3 :
  1. Buatlah kurva epidemi kejadian tersebut, dengan meletakkan kasus pertama dan kasus terakhir saja pada kurva !
  2. Tentukan periode ‘Paparan’ KLB keracunan tersebut !
  3. Berdasarkan periode ‘Paparan’ tersebut, tentukan manakah ‘Pesta-Pesta’ yang dicurigai tersebut benar sebagai ‘Pesta’ Sumber Keracunan !
7.4. Menentukan Sumber Keracunan Berdasarkan Tidak Makan Makanan Dicurigai
Bahan Bahasan 7.4
Tugas ini merupakan lanjutan tugas 7.3.
Berdasarkan wawancara dengan pengelola makanan pada ‘Pesta’ yang telah Anda tetapkan tersebut (Bahasan 7.2 dan 7.3) diketahui makanan yang disajikan adalah : nasi, gulai ayam, telur goreng, buah, teh, kopi

Hasil wawancara diperoleh data daftar korban dan makan/tidak makan makanan yang disajikan pada ‘Pesta’ yang dicurigai, sebagai berikut :
Daftar Penderita Kejadian Keracunan di Pelatihan Petugas
di Pusat Pelatihan Kesehatan Kota, Agustus 2012
Nama
 Jenis Makanan Disajikan
Nasi
Gulai ayam
Telur goreng
Buah
Teh
Kopi
Ujang
+

+
+

+
Darna
+
+
+


+
Mirna
+
+


+

Erni
+
+
+
+
+

Nita
+
+
+
+
+

Saleh
+
+
+
+


Soni
+
+


+

Joni
+
+
+
+

+
John

+


+

Lina
+
+
+

+

Lita
+
+

+

+
Liani
+
+


+

Masdar

+
+
+

+
Karni
+
+
+
+
+


Tugas 7.4 :
  1. Hitunglah jumlah makanan yang dimakan dan yang tidak dimakan oleh korban untuk setiap jenis makanan yang disajikan tersebut !
  2. Tentukan makanan mana yang ‘bukan’ sebagai sumber keracunan. Manakah yang masih diduga sebagai makanan sumber keracunan ?

8. Penetapan KLB Penyakit dan Persiapan Penyelidikan & Penanggulanganya

9. Prinsip-prinsip Penanggulangan KLB Penyakit

10. Sistem Pelaporan & Program Penanggulangan KLB Penyakit
unduh

FORUM DISKUSI TOPIK-1 PENETAPAN KLB OLEH KEPALA DINAS
Permasalahan :
Adanya KLB penyakit menular dan keracunan di suatu daerah, wajib segera dilakukan tindakan penanggulangan, tetapi disisi lain, adanya KLB juga seringkali dianggap sebagai citra buruk daerah yang mempengaruhi citra Bupati/Walikota, sehingga adanya KLB tidak perlu diumumkan, dan seringkali masyarakat yang menjadi korban.
Sesuai dengan peraturan, bahwa Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dapat menetapkan daerah dalam keadaan KLB (Permenkes RI Nomor 1501/MENKES/PER/X/2010, Bab II, Pasal 7 ayat 1). Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota merupakan salah satu pejabat daerah dibawah Bupati/Walikota.

Diskusi :
  1. Seandainya Anda sebagai staf Kepala Dinas Kesehatan, bagaimanakah pendapat Anda atau pengalaman Anda, langkah terbaik yang dilakukan Dinas Kesehatan, tempat Anda bertugas ?
  2. Bagaimana juga pendapat Anda, terhadap pendapat dan pengalaman teman-teman yang tergabung dalam forum diskusi ini terhadap penetapan adanya KLB tersebut?
Catatan :
Setiap peserta wajib mengajukan pendapatnya atau memberi pendapat atas pendapat teman lain, dan boleh mengajukan pendapat beberapa kali. 

FORUM DISKUSI TOPIK-2 PENGALAMAN KERJA INVESTIGASI KLB
Permasalahan :
Dalam pelaksanaan kegiatan investigasi KLB penyakit menular dan keracunan, kita seringkali menghadapi masalah pelik, tetapi kemudian dapat anda selesaikan, atau sebalikknya sampai sekarang belum ada jalan keluarnya.

Diskusi :
1. Tuliskan pengalaman Anda tersebut!
2. Silakan teman-teman yang lain memberi tanggapan atas pengalaman Rekan kita tersebut diatas!
Catatan :
Tuliskan pengalaman secara sistematis dan lugas, maksimal dalam 100 kata.
Setiap peserta wajib mengajukan pengalamannya atau memberikan pendapat atas pengalaman teman lain, dan boleh mengajukan pendapat beberapa kali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar